↓TRANSLATE WWW.JIPEGOBOWO.WAPSITE.ME↓











IMAN KEPADA ALLAH
1. Pengertian iman kepada Allah SWT
Kata iman menurut bahasa berarti percaya,
sedangkan menurut istilah iman adalah :
meyakini dengan hati, mengucapkan dengan
lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.
Dengan demikian iman kepada Allah adalah
membenarkan dengan hati bahwa Allah benar-
benar ada dengan segala sifat keagungan dan
kesempurnaan Nya, kemudian pengakuan ini
diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan
amal perbuatan secara nyata.
2. Jumlah sifat-sifat kesempurnaan Allah
SWT
Allah adalah Tuhan yang memiliki
kesempurnaan dengan sifat-sifat-Nya,
diantaranya :
1. Sifat wajib , yaitu sifat yang pasti ada pada
Allah SWT.
2. Sifat Mustahil, yaitu sifat-sifat yang tak
mungkin dimiliki atau terjadi pada Allah
SWT.
3. Sifat Jaiz, yaitu sifat yang mungkin bagi
Allah untuk berbuat atau tidak berbuat
sesuatu, sesuai dengan kehendak-Nya.
3. Dalil Aqli dan dalil Naqli untuk memahami
keberadaan Allah
Dalil adalah argumentasi untuk lebih
menguatkan dan menambah keyakinan dan
pemahaman kita akan keberadaan Allah SWT.
Dalil bisa berasal dari logika manusia (bersifat
logis atau masuk akal), ada juga yang berasal
dari Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman
hidup seorang muslim. Dalil untuk memhami
sifat-sifat Allah dibedakan menjadi 2, yaitu:
1. Dalil Aqli adalah dalil yang
berdasarkan akal manusia untuk
menerima secara logis tentang
eksistensi (keberadaan) Allah.
Contoh:
Betulkah bahwa Allah bersifat Wahdaniyah
(Maha Esa/satu)? Dalilnya adalah kita bisa
memperhatikan sebuah mobil yang sopirnya
hanya satu. Bagaimana jika sopir dalam sebuah
mobil tersebut ada 2. Coba bayangkan! Begitu
juga jika yang mengatur dan menguasai alam ini
ada Tuhan selain Allah SWT. Mungkinkah yang
mengatur 2, 3, atau 4 Tuhan?
2. Dalil Naqli adalah dalil yang
berdasarkan kebenaran Al-Quran
dan Al-Hadits untuk menerima
secara yakin akan keberadaan Allah
SWT.
Contoh:
Bahwa Allah bersifat Esa. Lihat Surat Al-Ikhlas
ayat 1-3.
4. Sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah
SWT.
Sifat adalah sesuatu yang menjadi ciri khas
sesuatu. Sifat bagi Allah menjadi ciri khas Dzat
Allah SWT.
Sifat-sifat Allah terdiri atas 3, yaitu sifat wajib,
sifat mustahil dan sifat jaiz.
1. Sifat Wajib Bagi Allah swt.
Sifat wajib adalah sifat yang harus ada pada
Dzat Allah swt. sebagai kesempurnaan
bagi-Nya. Sifat-sifat wajib Allah tidak dapat
diserupakan dengan sifat-sifat makhluk-
Nya maka sifat Allah wajib diyakini dengan akal
(wajib aqli) dan berdasarkan Al
Qur’an dan hadits Nabi saw. (wajib naqli).
Menurut para ulama kalam sifat wajib bagi
Allah itu ada 20 sifat, sebagai berikut.
1) Wujud artinya Ada
2) Qidam artinya Dahulu
3) Baqa’ artinya Kekal
4) Mukhallafatu lil Hawaditsi artinya Berbeda
dari Semua Makhluk
5) Qiyamuhu Binafsihi artinya Berdiri Sendiri
6) Wahdaniyah artinya Esa
7) Qudrat artinya Maha Kuasa
8) Iradat artinya Berkehendak
9) Ilmu Maha Mengetahui
10) Hayat artinya Hidup
11) Sama’ artinya Mendengar
12) Bashar artinya Melihat
13) Kalam artinya Berfirman
14) Qadiran artinya Mahakuasa
15) Muridan artinya Maha Berkehendak
16) ‘Aliman artinya Maha Mengetahui
17) Hayyan artinya Mahahidup
18) Sami’an artinya Maha Mendengar
19) Bashiran artinya Maha Melihat
20) Mutakalliman artinya Maha Berkata-kata
Kedua puluh sifat wajib Allah ini
dikelompokkan menjadi 4 kelompok, yaitu sifat
nafsiyah, salbiyah, ma’ani, dan ma’nawiyah.
a. Sifat Nafsiyah adalah sifat yang hanya
berkaitan dengan Zat Allah semata-mata.
Sifat ini terdapat dalam sifat wujud.
b. Sifat Salbiyah adalah sifat yang hanya
dimiliki oleh Allah, sedangkan makhluk tidak
memilikinya. Sifat ini terdapat dalam lima sifat
Allah, yaitu qidam, baqa, mukhalafatu
lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan
wahdaniyah.
c. Sifat Ma’ani adalah sifat-sifat abstrak yang
wajib ada pada Allah. Sifat ini terdapat
pada tujuh sifat Allah, yakni qudrat, iradat,
‘ilmu, hayat, sama’, basher, dan kalam.
d. Sifat Ma’nawiyah adalah keumuman/
kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ini tidak
dapat berdiri sendiri karena setiap ada sifat
ma’ani tentu ada sifat ma’nawiyah. Sifat-
sifat yang termasuk ma’nawiyah ada tujuh,
yaitu qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan,
sami’an, bashiran, mutakalliman.
2. Sifat Mustahil Bagi Allah swt.
Sifat mustahil bagi Allah swt. adalah sifat yang
tidak layak dan tidak mungkin ada
pada Allah swt. Sifat-sifat mustahil ini
merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi Allah
sehingga jumlahnya sama. Sifat-sifat mustahil
bagi Allah adalah sebagai berikut.
1) ‘Adam
artinya tidak ada
2) Huduts artinya baru atau permulaan
3) Fana artinya binasa atau rusak
4) Mumatsalatu lil Hawaditsi artinya
menyerupai yang baru
5) Ihtiyaju li ghairihi artinya membutuhkan
sesuatu selain dirinya
6) Ta’adud artinya berbilang lebih dari satu
7) ‘Ajzun artinya lemah
8) Karahah artinya terpaksa
9) Jahlun artinya bodoh
10) Mautun artinya mati
11) Shamamun artinya tuli
12) ‘Umyun artinya buta
13) Bukmun artinya bisu
14) ‘Ajizan artinya Mahalemah
15) Mukrahan artinya Maha terpaksa
16) Jahilan artinya Mahabodoh
17) Mayyitan artinya Mahamati
18) Ashamma artinya Mahatuli
19) A’ma artinya Mahabuta
20) Abkama artinya Mahabisu
3. Sifat Jaiz Bagi Allah swt.
Allah swt selain memiliki sifat wajib dan
mustahil juga memiliki sifat jaiz. Menurut
arti bahasa jaiz artinya boleh. Yang dimaksud
dengan sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu
sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada
Allah. Sifat jaiz ini tidak menuntut
pasti ada atau pasti tidak ada.
""Sifat Jaiz Allah
hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli
mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat
sesuatu yang mungkin terjadi atau tidak
memperbuatnya"". Maksudnya Allah itu
berwenang untuk menciptakan dan berbuat
sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-
Nya.
5. Hikmah Iman kepada Allah SWT.
Pelajaran yang kita petik setelah mempelajari
materi ini adalah:
1. Menumbuhkan keyakinan yang utuh
tentang keesaan dan adanya Allah swt
2. Membentuk pribadi yang berkualitas
3. Membentuk kesadaran bahwa manusia
adalah makhluk yang lemah, sehingga kita
tidak boleh berlaku sombong
4. Membentuk pribadi yang optimis,
segalanya pasti terjadi akan kehendak dan
kekuasaan Allah.
catatan :
RUKUN ISLAM
1.Mengucap dua kalimat syahadat.
2.Menunaikan sholat lima waktu dalam sehari
semalam.
3.Mengeluarkan zakat.
4.Berpuasa pada bulan Ramadhan.
5.Melaksanakan haji bagi mereka yang
mampu.
RUKUN IMAN
1. Iman kepada ALLAH
2. Iman kepada Malaikat-malikat ALLAH
3. Iman Kepada Kitab-kitab ALLAH
4. Iman Kepada Rasul-rasul ALLAH
5. Iman kepada hari Kiamat
6. Iman kepada Qada dan Qadar